namanya anak kecil selalu saja menggemaskan..
namanya anak kecil pasti masih polos..
namanya anak kecil ia masih di tuntun Allah dalam beraktivitas..
namanya anak kecil ia banyak memberi pesan..
babang, begitu biasa anak pertama kami dipanggil oleh adiknya.
artinya sebenarnya tidak jauh beda dengan abang tapi memang karena damar (adiknya lintang-red) belum bisa berbicara jadilah yang terucap babang..
lintang termasuk anak yang jarang sekali makan, sehingga ketika ia makan kami selalu saja terkesan berlebih dalam men-servicenya. berbeda dengan adik (damar-red) anak kami yang satu ini termasuk yang sangat menyenangkan bila diberi makan. hampir semua makanan ia bisa lahap. bahkan kacang yang merupakan makanan tingkat tinggi untuk anak usia 1 tahun berhasil ia makan tanpa membuatnya tersedak.
suatu hari, kami sekeluarga heboh karena uti (ibu-ku) membawa coklat yang merupakan makanan favorite kami semua. semua asyik menikmati makanan berwarna cokelat dengan kacang mede di tengahnya itu. tidak terkecuali lintang. namun ia tidak kalap seperti kami. makannya santai. hingga di detik-detik akhir coklat itu akan kandas, lintang baru makan 2 butir. beda dengan kami yang sudah berlipat ganda dan sudah memegang coklat cadangan di tangan. ketika tahu kondisi ini istriku mengambilkan 3 butir coklat dan kemudian diberikan pada lintang sambil berucap, ini buat babang.
tanpa diduga, anak sulung kami itu tidak mengambil 1 butirpun coklat itu. sambil menolak dengan tangnya ia berkata, masih ada-masih ada. memang ditangannya masih ada sepotong kecil coklat yang tadi ia ambilnya. uminya tidak kalah cepat menjawab, ia tapi ini buat pegangan abang, biar nanti kalo habis. ndak ah, masih ada-masih ada, jawab lintang tetap tidak mau mengambil coklat itu bahkan sambil menampakkan wajah tidak suka. aku yang kebetulan memang disana pun kemudian memberi kode pada istriku, untuk tidak lagi memaksanya. ya sudah jawab istriku akhirnya.
malam berganti, di pembaringan aku bergumam ah..ternyata lintang mengajarkan kepada kita untuk tidak boleh serakah ya yang (panggilan sayang untuk istriku), yang namanya rejeki dari Allah SWT pasti tidak akan tertukar.
konsepsi Rasul tentang makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang pasti bukan semata-mata hanya berurusan dengan organ dimana usus 12 jari berada. tapi pasti lebih dari itu. rasanya dengan pesan itu Rasul ingin mengingatkan bahwa sebagai mahlukNya yang paling hebat, kita tidak boleh merendahkan diri dengan berserakah mengejar makanan. kehebatan kita akan hilang saat makanan adalah tujuan akhir dari semua proses kehidupan kita. memang dengan makan kita akan hidup tapi yang lebih besar lagi adalah bagaimana hidup itu berperan luar biasa bagi sesama.
makanlah saat anda lapar seperti memberi pesan bahwa, pekerjaan makan-memakan ini adalah perkerjaan individual yang sarat makna. makan disaat anda lapar berarti makan dengan orang yang cerdas dan berhentilah sebelum kenyang berarti tanda orang yang bijak. mengapa ?
sebab orang cerdas pasti tahu bagaimana efek bila ia berlebihan, obesitas akan menyapa, asam urat bertamu, kolesterol menyerang dan akhirnya jantung serta berbagai organ lainnya akan aus dan akhirnya turun mesin. ia tidak akan mubazir dan ia akan menakar sesuatu dengan pas, sesuai dengan kebutuhan dan di waktu yang tepat kapan ia memulai dan apa yang dimakan.
berhenti sebelum anda kenyang merupakan tanda orang yang bijak. ia paham betul disaat mana ia berhenti.
sekali lagi ini seharusnya konsensi universal..jadi mungkin saja tashwirnya akan menjadi :
...jadilah cerdas dan bijak ketika anda berkampanye.....berkampanye-lah saat anda memang mampu dan berhentilah sebelum diberhentikan oleh alam yang marah...
...jadilah cerdas dan bijak ketika anda masuk kedalam proyek.....bekerja-lah saat anda memang punya kemampuan dan berhentilah sebelum diberhentikan oleh massa yang mengamuk...
...jadilah cerdas dan bijak........
terima kasih ya Allah,
terima kasih ya Rasul
terima kasih babangku
Wednesday, February 4, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment