Maafkan bapak ya nang,
Mengijinkan ibumu pergi,
Mencari nafkah dan pendaringan,
Membuat engkau haus kasih dan tak dapat ASI
Bukan tak mau bapak bekerja,
Tapi memang tak ada pekerjaan yang tersedia,
Sawah kita sudah tak lagi subur,
Karena tak ada lagi pupuk yang tertabur
Bapak juga sakit,
Melihat emak terhimpit
Bapak malu, takut pada Ilahi Robbi
Sebab tak bisa mencukupi
Doa dan tidak membuat emakmu malu yang bapak bisa,
Menjaga dan melindungimu yang bapak janjikan
Memegang amanah agar semua tak kecewa
Agar sakinah dan mawadah keluarga kita
Nang, mari duduk dekat bapak
Engkau lelaki, kelak harus berbakti
Menjadi lelaki yang kuat dan berbudi
Mencari rezeki, melindungi istri dan menjadi bapak
Nang, cukup sekali siklus menyedihkan ini terjadi
Jadilah lelaki sejati
Membuat dunia terasa berarti
Sebab engkau anak laki-laki
Nang, hormati dan cintai Ibumu
Sebab ia telah berjuang untukmu
Merendahkan diri untuk sekolahmu
Menelan pahit untuk kebahagianmu
Dengus marah mu, sudahi saja
Doakan saja agar ia tak salah jalanDan mari buat ia bangga
Monday, July 23, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment