Tubuhnya sedang, ideal bagi kebanyakan wanita indonesia. Seorang Pujasera (putri jawa kelahiran sumatera), pergi dengan semangat ingin merubah nasib ia akhirnya terdampar di Hong Kong. Semenjak pergi merantau, ia sudah ingin menanggalkan identitasnya dan mengantinya dengan identitas ke-Islaman. Walau harus pergi dari rumah dengan segudang cercaan dan menemui hambatan dalam mengurus segala persyaratan dalam hijrahnya yang pertama ke Hong Kong. Sungguh semua dibayar Allah cash and carry di Hong Kong ini.
Sejatinya, ia bernama ….. namun ia lebih senang dipanggil Nanda. Semangatnya dalam beribadah sungguh luar biasa. 3 tahun ini ia masuk Islam, namun hampir semua ibadah wajib dan sunnah sudah bisa ia lakukan dengan baik. Bahkan ia membayar semua hutang puasa Ramadhan ketika ia belum tahu tentang kewajiban puasa di bulan Ramadhan. Ikrarnya dipertegas dikantor kita disaksikan kurang lebih 10 orang, menggetarkan jiwa.
Membayar zakatnya, tidak pernah lengah. Bila sedang harus kirim ke kampung lebih sehingga uang gaji pas-pasan, ia tidak ingin melepaskan bercengkrama dengan Rasul saw, ia selalu ber infak dan shodaqah.
Semua bermula dari JILBAB. 2 tahun yang lalu ia pulang untuk cuti pertama kalinya dari Hong Kong. Sesampai di rumah setelah semua oleh-oleh terbagi dan lelah serta penat terlepas, maka berdandanlah ia. Dengan model baju paling baik standar Hong Kong, dengan make up terindah kelas Hong Kong ditambah parfum semerbak ala artis Hong Kong ia temui semua teman-temannya.
Sahabat yang dulu sering mengajaknya ke musholla dan mengaji. Sahabat yang dulu pernah membuatnya terkesima akan makna sebuah nilai iman-islam. Tersentak ia ketika mendengar, “koq berubah sih nda…..cantik pake jilbab”. Jilbab telah menjadi kata-kata yang begitu menyentaknya. Tak tahan ia merasa sendiri di tempat itu, maka pamitlah ia kemudian mencari apa jilbab itu ?
Sekarang, nanda sudah mantap. Saya akan berjilbab ketika berangkat lagi ke Hong Kong. Larangan agent diindahkan, dibulatkan tekad menghadap kepada majikan dan Kun fa ya Kun, Dialah Allah SWT Yang Maha Berkehendak (Al Baqarah : 117). Semua lancar. Ibadah diperbolehkan, jilbab dapat dikerjakan. Allah Maha Besar.
Jilbab yang di Indonesia sangat lumrah dipakai dan dicopot. Shalat yang sangat sering lumrah di akhir-akhirkan, puasa sunnah atau wajib yang sangat banyak godaannya untuk dilaksanakan, di Hong Kong menjadi sebuah barang mahal. Barang yang kadang mesti ditebus dengan mahal dan butuh perjuangan. Jilbab dan keindahan bisa beribadah adalah sebuah karunia yang besar. Yang perlu Ikhtiar kuat dalam melaksanakannya, sampai Allah sendiri yang menilai sudahkah kita menjadi hambaNya yang Ber-Iman (Al Ankabut : 2 ) dan bukankah ciri orang yang beriman adalah seperti yang tertulis dalam firmanNya, Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya dan mereka tidak menyombongkan diri (As-Sajadah : 15)
Wednesday, August 15, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment