Sombong. Sombong adalah sebuah mahluk yang maha dahsyat. Ia, Menurut para salafus sahalih, adalah pangkal dari segala dosa. Ketika sombong masuk kedalam diri seseorang, ia akan menyebabkan sebuah amal menjadi tidak ikhlas, ia menyebabkan tertolaknya amal sholeh. Karena, pada hakikatnya apalah yang dapat kita banggakan ?
Marilah sedikit kita renungi kisah, terusirnya Iblis dari surga. Ia tidak mau tunduk pada perintahNya, sebab sombong. Setan merasa kedudukannya lebih mulia dari Adam as (Al A’raaf : 12. Coba tengok, awal tragedi pembunuhan pertama di muka bumi, yang melibatkan putra-putra nabi Adam as, Qabil dan Habil. Qabil yang merasa bahwa dengan segala tingkat kedudukannya maka lebih berhak menikahi Labudah – adik kembarnya, akhirnya membunuh adiknya, Habil. Belum cukup, mari perhatikan, bagaimana Firaun berkata kepada nabi Musa as dan bani israil, “aku-lah tuhan-mu karena aku yang menentukan siapa yang masih bisa menghirup udara bebas esok hari ?”
Sombong, sudah menjelma bahkan disetiap relung-relung kehidupan. Dari anak kecil, abg, dewasa hingga orang tua. Yang terbaru, bagaimana kita lihat Amerika Serikat yang mengajukan, memilih dan menetapkan dirinya menjadi polisi dunia. Dengan slogan, “either you’re with us or with the terrorist” ? dengan statemen seenaknya itu, mereka lalu menetapkan poros setan. Dengan cepat menuduh islam sebagai teroris. Dengan mudah mengatakan bahwa negara lain adalah negara yang rasialis, tidak demokratis sehingga semuanya salah, sampai mengikuti apa yang kami katakan dan perbuat.
Kesombongan adalah penyakit yang luar biasa. Ia bisa sangat kentara terihat namun bisa ada yang sangat halus, sehingga terkadang kita-pun tidak terasa telah sombong. Kesombongan pertama, adalah sombong dalam hal materi. Sombong tingkat ini adalah sombong yang sangat banyak ditemukan. Sombong karena hal materi ini adalah sombong dengan derajat paling rendah.
Sombong tingkat dua adalah sombong dalam hal ilmu pengetahuan. Ketika kita mempunyai sebuah ilmu dapat mengajarkan sesuatu kepada yang lain terkadang terbersit sombong tingkat ini. Sombong tingkat tiga adalah dan tipe sombong tingkat tinggi. Sombong ini adalah sombong yang banyak dialami oleh para alim ulama. Sombong ketika, kita merasa lebih taat kepada Allah SWT, sombong ketika kita berhasil menjauhi laranganNya dan melaksanakan perintahNya.
Sombong nomer tiga ini adalah jenis yang sangat-sangat merugikan. Dalam sebuah hadits qudsiNya, Allah pernah berfirman. “Tak akan masuk syurga orang yang ada sombong dalam hatinya, walau hanya seberat biji zahra”. Pada hakikatnya, ‘sombong’ hanyalah milikNya. Sebab apalah artinya ketika kita memperoleh kekayan ? apakah memang dari hasil jerih payah kita ?? apakah ketika kita berilmu, itu memang hasil pencarian dan pemikiran kita ? apakah, ketika kita dapat melakuan semua amal-amal sholeh, semua itu adalah hasil kerja keras dan buah ketaatan kita ? bukankah, semua hal itu hanya karena Ia yang meng’amanahkan’ kepada kita. Ia lah yang berhak dan karena Ia lah yang Maha Menetapkan (QS. Al An’aam:83)
Wednesday, August 15, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment