Wednesday, August 15, 2007

Modal

Pernah kah anda merasa kesal karena tertinggal bus yang sangat dinanti ? padahal anda hanya tertinggal 5 menit. Atau pernah kah anda ikut kelompok cerdas cermat namun anda kehilangan mahkota juara karena telat satu detik menekan bel ? Bila anda pernah mengalami hal-hal itu atau yang mirip dengan nya, tentu kita akan merasa bahwa waktu adalah sebuah modal yang luar biasa dan mahal harganya.

Allah SWT dengan sifat rahman-Nya memberikan modal kepada kita. Ada modal yang dibagikan secara merata ada juga yang tidak. Kekayaan, umur, kesehatan dan lain sebagainya diberikan kepada kita tidak sama. Hanya waktu-lah yang diberikan kepada kita secara merata. Semua sama 24 jam sehari, 1.440 menit, 86.400 detik.

Rasul SAW, Ust. Arifin Ilham, Fir’aun, saya dan anda semua sama 24 jam dalam sehari. Namun apakah waktu yang kita sama-sama lewati dalam 1 hari, 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun mempunyai arti dan bermanfaat bagi sesama ? itu yang menjadi perbedaan. Berkaitan dengan waktu, Allah SWT ber-firman dalam Al Qur’an nur Karim bahwa “Demi Masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran” (Al- Ashr : 1-3).

Menurut Imam Ibnu Qayyim dalam Mada’rij as-Salikin bahwa, “Waktu adalah sesuatu, yang engkau berada di dalam sesuatu tersebut”. Jadi, ketika anda berada di saat pagi berbuatlah yang terbaik disaat pagi tersebut, begitu pula ketika anda berada di siang, hingga malam hari. Sehingga dalam al-Fawaid, Imam Ibnu Qayyim berkata, “Tahun itu diperumpamakan sebagaimana pohon, bulan itu cabangnya, hari itu rantingnya, jam itu daunnya dan napas adalah buahnya sedangkan waktu memetik hasil adalah kiamat ”.

Jadi, sejauh mana tanaman akan menghasilkan buah baik dan berbuah manis, sangatlah tergantung kepada seberapa efektif anda bisa mengoptimalkan cabang, ranting dan daun pohon kehidupan anda untuk memasak semua sumber daya, kesempatan dan waktu yang Allah berikan kepada kita. Banyak dari kita masih terus terpenjara oleh batasan waktu, 1 tahun. Kita menyepelekan waktu bahkan, pernahkah anda ingat berapa kali dalam 1 bulan berkata, “kan aku hanya telat 10 menit ?” kepada kawan kita.

Bahkan banyak sekali dari kita yang berkata, “ah, tidak mengapa belum bisa baca Qur’an khan masih ada tahun depan. Tidak mengapa tahun ini bolong-bolong shalatnya, khan masih ada tahun depan”. Parameter kita selalu tahun depan. Padahal sebagai seorang yang beriman, 1 menit bahkan 1detik yang tersia-sia dalam hidup adalah kerugian. Karena 1 menit yang kita sia-sia kan bisa saja adalah 1 menit yang terakhir dalam hidup kita. karena uang bisa dicari, tenaga bisa diisi namun waktu tidak akan berputar kembali.

Jadi marilah pergunakan waktu sebaik mungkin. Mari isi setiap detik, menit dan jam yang kita lalui adalah detik, menit dan jam yang terbaik untuk kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak.

1 comment:

Anonymous said...

bagaimana bisa saya menghubungimu?

kus sri antoro, lelaki terjawa yang pernah kau kenal.

katresnanku@gmail.com