Wednesday, June 18, 2008

Tambahkan satu saja

Alkisah, sebelum seorang ayah meninggal, ia menitipkan sebuah surat wasiat untuk 3 orang anaknya dan berpesan agar mereka membagi hartanya yang berupa 17 ekor kuda berdasarkan wasiat itu. Di dalam surat itu, tertulis jelas bahwa anak sulung yang sudah berkeluarga dan mandiri berhak menerima 1/9. Anak kedua yang masih bersekolah berhak mendapatkan 1/3. Anak ketiga yang masih kecil dan belum bisa mencari uang berhak menerima ½ hartanya itu.

Setelah membaca wasiat itu, mereka mencoba membagi harta itu seadil-adilnya. Tetapi, tetap saja akhirnya mereka gagal dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Hingga suatu hari, mereka bertemu dengan seseorang dan memintanya memecahkan masalah. Mari saya pinjamkan 1 ekor kuda lalu kita bagi bersama, ujarnya memberi solusi.

Aha, akhirnya mereka dapat membaginya dengan adil. 2 kuda untuk anak tertua, 6 ekor bagi yang tengah dan 9 ekor untuk si bungsu. Jumlahnya tetap 17 ekor kuda, 1 kuda pinjaman tadi tetap utuh.

Pembaca yang di Ridhoi Allah, kita tidak pernah dapat hidup sendiri. Setiap dari kita pasti punya peran dan itu ternyata berkaitan dengan pihak lainnya. Tidak ada yang lebih dominan, hanya perannya saja yang berbeda dan itu sudah di skenariokan olehNya. Ia akan perhitungkan seberapa baik dan benar optimalisasi segala sumberdaya pinjamanNya dalam peran itu kita mainkan.

Dalam kondisi yang masih carut marut ini bulan lalu kami melesakkan 3 jari, keluarga mampu menjamin satu keluarga tidak mampu, mengurangi konsumsi terutama produk import dan ikut membangun lapangan kerja. Slogan yang kami harapkan bukan basa-basi tapi menjadi esensi menambahkan satu dalam hidup kita.

Siapa satu itu ? mereka bisa siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Mereka adalah orang-orang sekitar kita yang terkadang tidak kita pahami adalah bagian dari sukses yang kini tergenggam. Rasul Saw pernah bersabda kalian di besarkan oleh orang-orang kecil diantara kalian. Itulah guidence-nya. Berperan untuk orang lain dalam bahasa yang lain.

Menengok kembali kisah diatas, 1 ekor kuda yang merupakan pinjaman itu tidaklah hilang atau berkurang, ia tetap. Menambahkan satu dalam hidup kita tidaklah akan mengurangi apa yang kita punya tapi malah (percayalah) akan meningkatkan esensi keberadaan dan kemampuan kita.

Meminjam istilah Rasul, orang inilah yang disebut Muslim, yang membuat orang disekitarnya aman serta menentramkan sekelilingnya. Be the part of solution bahasa kaum intelektual saat ini.

Pembaca yang baik, pada edisi kali ini tidak terasa sudah 15 tahun berkiprah. Sebuah rentan waktu yang kami sadari cukup tua untuk sebuah lembaga. Dalam kesederhanaan dan kedhoifan, kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang berperan mendewasakan kami, serta maafkanlah semua kekurangan ini.

Slogan Menyantun Dhuafa, Menjalin Ukhuwah, Menggugah Etos Kerja nampaknya masih sangat relevan untuk kita gaungkan kembali menjadi sebuah pengingat bahwa kita tidak sendiri. Inilah sebuah jalan kemandirian yang menjadi pilihan kita.

Semoga anda semua masih bergairah bersama kami.

No comments: