Wednesday, August 15, 2007

Sahabat yang benar dan membenarkan

Sahabat, adalah teman. Ia adalah orang-orang pilihan yang kita pilih untuk menjadi seseorang yang ter…. untuk kita.
Sahabat yang baik, adalah orang-orang yang selalu menegur bila salah dan mendukung bila benar. Ia tidak membungkus pukulan dan kritik dengan senyum manis. Ia adalah orang-orang yang ada disaat kita sedih. Sahabat adalah orang-orang yang sering kita jadikan panutan.
Tentang memilih panutan, Rasul saw telah banyak mengingatkan kita. Dalam salah satu nasihatnya, ia bersabda, “Siapa yang berteman dengan pandai besi maka akan terciprat bunga apinya. Sedangkan siapa yang berteman dengan penjual parfum maka ia akan terikut harumnya juga”. Pentingnya mencari panutan bahkan telah diingatkan dalam firmanNya.
Rasulullah SAW bersabda, Seseorang itu “adalah menurut agama sahabat (karib)nya. Karena itu, ada baiknya seseorang dari kamu meneliti dulu siapa yang akan dijadikan sahabatnya” (HR Abu Dawud dan At-Turmudzi).
Rasulullah saw, bersabda ; “akan muncul para pengajak neraka jahanam. Barangsiapa mengabulkan seruannya, akan terjerumus kedalamnya. Sahabat kemudian membalas, “wahai Rasulullah jelaskan ciri-cirinya kepada kami, mereka adalah kaum dari kalangan kita sendiri. Mereka berbicara dengan bahasa kita”. Sahabat bertanya kembali, lalu apa yang tuan perintahkan kepada kami jika kami menemukan hal semacam ini. Sabdanya; hendaklah kamu tetap berada pada barisan umat Islam dan Imamnya. Jika tidak ada lagi umat Islam dan Imamnya, tinggalkanlah semua golongan itu sekalipun engkau harus menggigit akar pohon sampai mati dalam keadaan demikian” (H.R. Ibnu Majah).
Sahabat Rakhmatillah, sabda Rasul saw telah mengingatkan kita untuk mencari sahabat yang tepat agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari. Lalu siapakah SAHABAT kita ? Sudahkan ia seperti para SAHABAT Rasul saw ? Ataukah kita sebagai SAHABAT sudah bertindak seperti para SAHABAT Rasul saw ? yang Membenarkan seperti Sahabat Abu Bakar Ashidiq ra, yang Memperkuat layaknya Sahabat Umar bin Khatab ra, yang Melengkapi layaknya Sahabat Utsman bin Affan ra dan yang Memperindah bagaikan Sahabat Ali bin Abu Muthalib ra ? Dan para sahabat Rasul saw yang lainnya.
Sudahkah kita seperti mereka yang diabadikan dalam surah An Nisaa : 69 “Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah SWT, yaitu para Nabi, para shadiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman-teman yang sebaik-baiknya” .Pembaca Rahmatillah, sahabat sama halnya juga dengan kita. Ia hanyalah seorang manusia akhir jaman yang mencoba menjadi yang terbaik.
Menajamkan persahabatan, membutuhkan proses layaknya besi diubah menjadi mata pisau. Ia ditempa oleh kerasnya palu ‘waktu’. Ia dibakar oleh api ‘setiap kejadian’.
Memilih sahabat adalah memilih masa depan ujar para alim ulama. Namun menjadi sahabat yang Membenarkan, Memperkuat, Melengkapi dan Memperindah pasti lebih cantik dan sempurna, semua ini adalah tugas kita semua, seperti firmanNya dalam Al Ashr : 1-3, “Demi Masa, Sesungguhnya Manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan saling menasehat-nasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menehati supaya menetapi kesabaran”.
Wallahualam bishab

No comments: